Renungan: Yak3:1-12
“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.” Yak3:9-12
Seringkali komunikasi menjadi kata penting dalam hubungan kita baik dengan sesama maupun dengan Tuhan, demikian pula sampai-sampai ilmu komunikasipun menjadi sebuah studi akademis karena posisinya yang sangat penting. Menyampaikan sebuah pesan terkadang menjadi hal yang gampang-gampang susah.
Kalau kita ditanya mana yg lebih penting, kemasan atau isinya? Tentu berbagai macam argumentasi kita bisa lontarkan, tapi buat saya secara pribadi kedua-duanya menjadi sangat penting dan tidak bisa dipisahkan. Kemasan yang buruk seringkali juga membuat sebuah produk tidak diminati, tetapi juga isi yg busuk sekalipun dikemas secara menarik juga menimbulkan kekecewaan. Penting untuk memiliki kemasan yang baik dari sebuah isi yang baik, kalau bisa memberi yang terbaik kenapa harus setengah2.
Demikian perkataan kita, seringkali maksud baik kita disampaikan dengan kemasan yang kurang baik, akhirnya maksud yang ditangkap seringkali tidak tersampaikan dengan tidak utuh. Mungkin bukan isinya yg kurang baik, hanya saja caranya yg tidak tepat.
Lihat bagaimana sebuah merk minuman bersoda (C*ca C*la) bisa mendunia, karena disampaikan dengan cara yang berbeda dan bahasa yang berbeda sesuai dengan kebudayaan masing-masing negaranya (Sehingga pendengar dan penerimanya juga bisa menerima dengan baik). Meski berasal dari Amerika tapi perusahaan ini tidak ngotot memasarkan produknya dengan cara amerika dan berkata bahwa cara amerikalah yg terbaik untuk memasarkan produk ini.
Biasakan tidak menilai sesuatu berdasarkan KATANYA,
Biasakan berbicara langsung dengan ORANG YANG BERSANGKUTAN (konfirmasi),
Biasakan untuk menyampaikan perbedaan DENGAN TIDAK MENJATUHKAN ORANG LAIN,
Biasakan untuk berbicara DENGAN KEPALA YANG DINGIN,
Karena kitapun juga harus sadar bahwa diri kita sendiri juga tidak sempurna 100%, itulah mengapa Yesus berdiri dan berkata kepada setiap orang yg menghakimi seorang pelacur “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh8:7) meskipun setelah orang banyak pergi Yesus berbicara secara pribadi kepada perempuan itu “…Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh8:11). Mungkin Yesus setuju dengan kerumunan orang itu bahwa si perempuan berbuat salah, tapi Yesus menegur supaya orang berubah dengan cara yang tepat, bukan untuk menghakimi.
Rekan-rekanku sekalian, perbedaan pendapat itu hal yang wajar dalam sebuah hubungan, apapun itu bentuknya. Tetapi yang perlu kita garisbawahi: KITA PERLU BERBICARA DITEMPAT YANG TEPAT DAN CARA YANG TEPAT DAN DENGAN ORANG YANG TEPAT.
Karena itu jika ada masalah pribadi, DATANG LANGSUNG kepada yang bersangkutan adalah sebuah cara yang tepat, supaya orang tidak menilai perkataan kita sebagai sebuah ungkapan rasa pahit kepada seseorang.
Kritikan yang baik dan jantan adalah yang membangun dan langsung disampaikan kepada yang bersangkutan (bukan menjatuhkan bahkan memprovokasi atau mengundang perdebatan), bahkan ketika Yesus di buat menderita disepanjang VIA DOLOROSA, tidak pernah dia memberikan teladan kepada kita untuk memaki bahkan menjatuhkan orang-orang yang mencaci diriNya.
Sayapun belajar banyak dari kesalahan saya berkomunikasi dimasa lalu, satu hal yang saya petik dari kehidupan saya pribadi:
TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA, PUN DIRI KITA JUGA TIDAK SEMPURNA, karena itu penting sekali memperhatikan tutur kata dan sopan santun dalam menyampaikan sesuatu. Kalau hati sedang panas sebaiknya diam, KARENA MESKIPUN DIAM TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH SETIDAKNYA DIAM TIDAK MENAMBAH MASALAH YANG BARU.
PS: terakhir….. SENYUMNYA MANAAA???? gitu dong serius amat mas/mbak baca notesnya hahahahaha


