EXCELLENCY

BEST PROCESS PRODUCING BEST RESULT

Archive for the ‘Relationship Building’ Category

Kekanglah lidah bibir kita (dan juga jari-jari kita)

Posted by yohaneswibowo on December 10, 2011

Renungan: Yak3:1-12

 

“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.” Yak3:9-12

 

Seringkali komunikasi menjadi kata penting dalam hubungan kita baik dengan sesama maupun dengan Tuhan, demikian pula sampai-sampai ilmu komunikasipun menjadi sebuah studi akademis karena posisinya yang sangat penting. Menyampaikan sebuah pesan terkadang menjadi hal yang gampang-gampang susah.

Kalau kita ditanya mana yg lebih penting, kemasan atau isinya? Tentu berbagai macam argumentasi kita bisa lontarkan, tapi buat saya secara pribadi kedua-duanya menjadi sangat penting dan tidak bisa dipisahkan. Kemasan yang buruk seringkali juga membuat sebuah produk tidak diminati, tetapi juga isi yg busuk sekalipun dikemas secara menarik juga menimbulkan kekecewaan. Penting untuk memiliki kemasan yang baik dari sebuah isi yang baik, kalau bisa memberi yang terbaik kenapa harus setengah2.

Demikian perkataan kita, seringkali maksud baik kita disampaikan dengan kemasan yang kurang baik, akhirnya maksud yang ditangkap seringkali tidak tersampaikan dengan tidak utuh. Mungkin bukan isinya yg kurang baik, hanya saja caranya yg tidak tepat.

Lihat bagaimana sebuah merk minuman bersoda (C*ca C*la) bisa mendunia, karena disampaikan dengan cara yang berbeda dan bahasa yang berbeda sesuai dengan kebudayaan masing-masing negaranya (Sehingga pendengar dan penerimanya juga bisa menerima dengan baik). Meski berasal dari Amerika tapi perusahaan ini tidak ngotot memasarkan produknya dengan cara amerika dan berkata bahwa cara amerikalah yg terbaik untuk memasarkan produk ini.

 

Biasakan tidak menilai sesuatu berdasarkan KATANYA,

Biasakan berbicara langsung dengan ORANG YANG BERSANGKUTAN (konfirmasi),

Biasakan untuk menyampaikan perbedaan DENGAN TIDAK MENJATUHKAN ORANG LAIN,

Biasakan untuk berbicara DENGAN KEPALA YANG DINGIN,

 

Karena kitapun juga harus sadar bahwa diri kita sendiri juga tidak sempurna 100%, itulah mengapa Yesus berdiri dan berkata kepada setiap orang yg menghakimi seorang pelacur “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh8:7) meskipun setelah orang banyak pergi Yesus berbicara secara pribadi kepada perempuan itu “…Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh8:11). Mungkin Yesus setuju dengan kerumunan orang itu bahwa si perempuan berbuat salah, tapi Yesus menegur supaya orang berubah dengan cara yang tepat, bukan untuk menghakimi.

 

Rekan-rekanku sekalian, perbedaan pendapat itu hal yang wajar dalam sebuah hubungan, apapun itu bentuknya. Tetapi yang perlu kita garisbawahi: KITA PERLU BERBICARA DITEMPAT YANG TEPAT DAN CARA YANG TEPAT DAN DENGAN ORANG YANG TEPAT.

Karena itu jika ada masalah pribadi, DATANG LANGSUNG kepada yang bersangkutan adalah sebuah cara yang tepat, supaya orang tidak menilai perkataan kita sebagai sebuah ungkapan rasa pahit kepada seseorang.

 

Kritikan yang baik dan jantan adalah yang membangun dan langsung disampaikan kepada yang bersangkutan (bukan menjatuhkan bahkan memprovokasi atau mengundang perdebatan), bahkan ketika Yesus di buat menderita disepanjang VIA DOLOROSA, tidak pernah dia memberikan teladan kepada kita untuk memaki bahkan menjatuhkan orang-orang yang mencaci diriNya.

 

Sayapun belajar banyak dari kesalahan saya berkomunikasi dimasa lalu, satu hal yang saya petik dari kehidupan saya pribadi:

TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA, PUN DIRI KITA JUGA TIDAK SEMPURNA, karena itu penting sekali memperhatikan tutur kata dan sopan santun dalam menyampaikan sesuatu. Kalau hati sedang panas sebaiknya diam, KARENA MESKIPUN DIAM TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH SETIDAKNYA DIAM TIDAK MENAMBAH MASALAH YANG BARU.

 

PS: terakhir….. SENYUMNYA MANAAA???? gitu dong serius amat mas/mbak baca notesnya hahahahaha

Posted in Relationship Building | Leave a Comment »

Kiat Jitu Belajar Selingkuh

Posted by yohaneswibowo on August 27, 2009

cheating-girlfriend1

Yang pasti saya tidak tahu bagaimana tips atau cara-cara menghindari perselingkuhan sejak dini, tapi lebih mudah untuk mengetahui bibit-bibit perselingkuhan sejak dini. (Ambil waktu anda sejenak untuk mempelajarinya :D )

1.”Mencintai tidak harus saling memiliki”
siapa yang ga tahu kata-kata ini, seperti tidak asing lagi ditelinga kita anak muda. Tetapi kalau mau kita lihat secara etimologis (beuh berat banget sih bahasanya hahahah…) jelas kata2 ini tidak ada dasar firmannya. Coba bayangkan kalau ternyata orang yang anda sukai itu sudah menjadi “milik” orang lain, bukankah anda menginginkan milik sesamamu? Padahal ada tertulis “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” (Kel20:17)
Fakta berbicara bahwa apapun yang terjadi ketika sebuah hubungan tidak dapat dilakukan dunia belum berakhir, Show must go on, life must go on cuma kadang kita manusia aja yang berlarut-larut dlm kesedihan dan mendramatisir keadaan. Dalam sebuah hubungan… KASIH itu saling, yang berarti tidak bertepuk sebelah tangan. Kalau memberi itu tak berharap kembali, nah jadi yang manakah yang anda bangun? pemberian ataukah hubungan? So….. quote “Mencintai tidak harus saling memiliki” it’s a silly things…. Tukul bilang stupid doesn’t play hahahahah…..

2.Hubungan tanpa status
beeeuhhhhh yang ini mirip2 lagunya Maia ahmad TTM (bukan teman tapi monyong, teman tapi mesra) heheheh….
Entah mengapa kalau teringat kata2 ini jadi teringat imigran gelap yang suka dikejar oleh petugas imigrasi, orang2 yang tidak memiliki status kewarganegaraan. Tahukah wahai engkau wanita cantik pilihan Tuhan, bahwa engkau mahal harganya, sampai-sampai Yesus adalah harga bagi hidupmu? Barang mahal layak bersanding dengan barang mahal. Kedewasaan seorang pria diukur dari penerimaan tanggungjawab, laki2 yang tidak berani untuk mengambil keputusan untuk menetapkan status hubungan adalah laki2 yang tidak dewasa… hubungan apakah yang anda harapkan dari laki2 semacam itu? Apakah anda mencari hubungan mama dan anak, atau mencari pasangan hidup? Market place punya semboyan “Ada harga ada rupa”, maka kualitas hubungan akan diukur dari kualitas pasangan hidup anda, uji mereka apakah mereka bersungguh2 atau tidak (one two three YESS!!! hahah kaya men’s camp aja). Yang pasti Seiman dan Seimbang adalah harga mati yang tidak dapat ditawar dalam membangun hubungan.

rbon75lTidak ada yang salah bila kita tertarik dengan seseorang yang memang menarik, tapi kita harus tahu bahwa kita ini mahal harganya. Rumah makan yang mewah tidak akan mungkin ada gelandangan atau sopir truk trayek pantura yang berani makan disana, karena dari luarpun mereka sudah tahu kalau mereka tidak mampu untuk mengatasinya (maaf kalau perumpamaan ini kasar). Kalau anda merasa berwajah dan berfisik pas2an jangan minder!! tahukah anda ketika anda memiliki karakter yang kuat dan belajar untuk merawat diri, maka daya tarik anda melebihi daya tarik fisik.

PACARAN ADALAH SATU TAHAP MENUJU PERNIKAHAN, bukan bahan percobaan dan mengalir saja.
So bayangkan anda sedang berbulan madu, anda bangun tidur dan melihat makhluk cantik disebelah anda dan berkata “terima kasih Tuhan engkau berikan dia sebagai istriku” tetapi ketika kecantikan di makan usia 10 tahun atau 5 tahun kemudian saat kita bangun tidur dan melihat wajah pasangan kita, trus berkata “Ah….. lu lagi lu lagi!!” hahahahah…..

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat6:33)

Posted in Relationship Building | 2 Comments »

Best Giving

Posted by yohaneswibowo on June 3, 2009

“Memberi dari apa yang kita miliki adalah pemberian yang baik, memberi sesuatu yang sangat kita inginkan bahkan terasa sakit saat kita memberi adalah pemberian yang TERbaik”

Suatu saat ada seorang anak yang berdoa kepada Tuhan dan mengucapkan berbagai macam keinginannya kepada Tuhan..”Tuhan aku ingin ini ingin itu dan sebagainya…” hampir semua keinginannya dia daftar satu2. “Tuhan, apakah Kamu akan mengabulkannya?”, jawab Tuhan “Iya anakku”, dengan senang hati kemudian anak itu mulai melanjutkan doanya dengan melanjutkan membaca daftar keinginannya.
Sampai suatu saat dia mulai kehabisan daftar keinginannya, dan dia mulai berpikir dan berhenti sejenak… “Tuhan… apa yang engkau inginkan ?”, jawab Tuhan “Aku menginginkan engkau, yah hanya engkau saja”…

Pernahkah kita berhenti sejenak dan membayangkan di surga ada satu buah speaker (pengeras suara) untuk setiap orang yang sedang berdoa dan meminta banyak hal, dan bayangkan ada berapa banyak speaker yang berbunyi setiap detiknya ??? Dan bayangkan anda adalah Tuhan yang mendengarkan sekian juta speaker yang bersuara setiap detiknya.
Dan hanya satu hal yang Tuhan inginkan “Yah…. hanya Engkau satu2nya yang aku inginkan”

Happy excellent day !!

Posted in Relationship Building | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.