EXCELLENCY

BEST PROCESS PRODUCING BEST RESULT

Archive for the ‘Self Improvement’ Category

THE POWER OF “FOCUS”

Posted by yohaneswibowo on October 20, 2009

Magnifying GlassSebuah kaca pembesar yang di arahkan pada sebuah benda kering di bawah terik matahari maka lama-lama benda itu akan terbakar, tapi anehnya kenapa saat para turis yang berjemur di bawah terik matahari di pantai kuta tidak ada yang mati terbakar ya? hahahah cuman membayangkan aja kalau di sana banyak kumpulan turis yang hangus terbakar, pasti seperti kumpulan ayam goreng yang hangus heheheh….. (lebay mode : On).
Ternyata pada saat kaca pembesar diarahkan pada suatu benda sampai terlihat cahaya matahari terkumpul pada satu titik barulah terjadi proses pembakaran, yah…. sinar matahari itu terfokus pada suatu titik saja. Demikian juga ternyata teknologi sinar laser untuk memotong suatu benda, ternyata menggunakan prinsip yang sama. Bayangkan ternyata hal – hal di sekitar kita yang tidak pernah kita duga mempunyai kekuatan yang besar jika mereka melakukan FOKUS.

Seberapa sering dalam kehidupan kita sulit untuk mengambil keputusan karena terlalu banyak jalan bercabang dalam kehidupan? Saya percaya saat kita tahu FOKUS hidup kita, mengerti dengan benar apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita maka mengambil sebuah pilihan dengan lebih bijaksana.
Seringkali kita tidak memiliki fokus dalam hidup ini, melihat banyak pilihan yang bagus menjadi bingung dan akhirnya telat mengambil keputusan. Atau terlalu cepat mengambil keputusan dan menyesal telah merasa salah memutuskannya.

Tapi yang paling sering terjadi adalah menumpuknya persoalan – persoalan di atas “Meja” kehidupan akibat tidak diselesaikannya permasalahan di masa lalu, akarnya adalah tidak FOKUS.

Ketika kita tahu benar apa yang akan kita kerjakan di depan sana, maka kita akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar target tercapai. Memprioritaskan segala hal yang berhubungan dengan target dan sasaran di depan, bukan fokus pada permasalahan yang ada disekitar. Segala sesuatu yang tidak mengarah pada tujuan akan menjadi prioritas yang kesekian, meskipun banyak hal yang harus dikorbankan. NO PAIN NO GAIN. Saat kita fokus pada suatu tujuan kemampuan kita akan semakin terasah dengan tajam. Karena hidup ini pilihan dan hanya sekali saja, supaya menjadi maksimal dan finishing well kita harus FOKUS pada prioritas kehidupan kita.

…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah… (Flp3:13-14)

BE FOCUS, BE EXCITED !!

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

PUSH IT THROUGH THE LIMIT!

Posted by yohaneswibowo on September 3, 2009

ThomasHuberSeorang pelari yang sudah lama tidak berolahraga mencoba mengembalikan endurance (daya tahan) dan staminanya kembali, dia sadar ketika tubuh tidak dilatih maka paru-parunya akan mengecil. Dia akan mengawali program pemulihannya dengan berlari dan Mencoba berlari sampai batas kekuatan tubuhnya, alhasil selesai putaran terakhir dia memuntahkan lendir alias muntah2 karena lelahnya. Dia memaksakan dirinya untuk mencoba batas ketahanannya, tapi secara tidak sadar dia berhasil mengembangkan volume paru2nya. Percobaan pertama dia berhasil berlari 20x lapangan sepakbola, hari-hari berikutnya dia tingkatkan 5 putaran setiap harinya, dan sampai pada kondisi semula dan semakin bertambah….

Cerita di atas memberikan inspirasi kepada saya saat malam hari di atas sepeda motor menuju ke rumah teman, dan Tuhan memberikan perkataan ini kepada saya : “PUSH IT THROUGH THE LIMIT”. Secara tidak sadar saat kita berani mencoba dan MELANGKAH sampai batas maksimal kemampuan kita, maka kapasitas kita akan semakin bertambah setiap waktu. Kemaksimalan itu bagaikan menaiki tangga yang berujung pada pencapaian panggilan hidup kita. “Jangan mau mati kalau belum terpenuhi panggilan hidup kita”, kata-kata itu yang selalu terbesit dalam hati saya. Kemaksimalan hidup dimulai dengan TINDAKAN, dan musuh terbesar dari tindakan adalah TERLALU BANYAK ALASAN. Dan alasan biasanya timbul dari kekhawatiran atau keTEGAR-TENGKUKan.

Rick Warren berkata, bahwa antara GIGIH (Persistence) dan KERAS KEPALA (Stuborness) tipis bedanya, ada waktunya untuk bertahan dan tahu waktunya untuk merelakan (Pkh3:5). Gigih itu adalah memperjuangkan sesuatu dengan dasar firman Tuhan dan kerendahan hati (siap untuk ditegur), kalau keras kepala itu mempertahankan sesuatu tanpa dasar dan menutup telinga dengan keangkuhan.

Kalau kita mau naik level, maka “BERHENTILAH MENGELUH & MENGASIHANI DIRI SENDIRI”. Hanya orang mati dan orang gila saja yg tidak punya masalah tapi malah bikin masalah. Fokuslah pada masalah anda maka anda akan semakin terpuruk, tetapi ketika anda mengalihkan fokus anda pada panggilan hidup yang memaksimalkan kapasitas anda maka anda akan semakin mengalami keserupaan dengan Kristus. Kita diciptakan dengan dua kaki dan dua tangan dan satu mulut, itu artinya tindakan kita harus 4x lebih banyak dari perkataan kita. Cintailah proses, proses yang benar akan menhasilkan buah yang baik.

MULAILAH BERTINDAK, SEKARANG !!!

Keep excellent, GBU

Saudara tentu tahu bahwa di dalam perlombaan semua peserta turut lari, tetapi hanya satu orang menerima hadiah. Oleh sebab itu larilah begitu rupa sehingga Saudara menerima hadiahnya. Setiap orang yang sedang dalam latihan, menahan diri dalam segala hal. Ia melakukan itu karena ia ingin dikalungi dengan karangan bunga kejuaraan, yaitu bunga yang segera akan layu. Tetapi kita ini menahan diri dalam segala hal karena kita ingin dikalungi dengan karangan bunga yang tidak akan layu. Itu sebabnya saya berlari dengan tujuan yang tertentu. Seperti dalam pertandingan tinju, saya tidak memukul dengan sembarangan. Saya membiarkan badan saya digembleng dengan keras sampai saya dapat menguasainya. Saya berbuat begitu, sebab saya tidak mau sampai terjadi bahwa setelah saya mengajak orang lain turut dalam perlombaan itu, saya sendiri ditolak. (1Kor9:24-27, IBIS)

Posted in Self Improvement | 1 Comment »

TODAY !!!

Posted by yohaneswibowo on August 26, 2009

Kung Fu Panda

“Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift, that’s why it is called the present.”-Eleanor Roosevelt-

Masa lalu adalah sejarah, hari esok adalah misteri. Hari ini adalah berkah, itulah sebabnya disebut “present” (present bisa berarti “hari ini” juga bisa berarti “hadiah”)

Ungkapan ini kita pasti pernah mendengarnya kalau kita pernah menonton film kungfu panda yang super kocak itu :D meski kalimatnya pendek tapi sangat dalam maknanya.

Seringkali kita sering mengasihani diri sendiri (self pitty) dan hidup di masa lalu kita, terus meratapi hal2 yang sudah berlalu. Memang wajar sebagai manusia tetap memiliki rasa penyesalan, tapi hendaknya kita jadikan masa lalu sebagai motivasi untuk lebih baik hari ini dan hari depan.

Tapi juga sering kita memiliki mimpi tapi lupa untuk meraihnya! kita harus memiliki mimpi tapi ketika mimpi hanya menjadi angan2 di siang bolong maka itu konyol namanya. Butet K. pernah mengatakan bahwa ternyata yang butuh kaki itu ga cuma meja dan kursi saja, tapi gagasan, mimpi, dan ide2 juga butuh landasan, kalau ga ada itu namanya membual. Seringkali kita hidup di masa depan, bermalas2an dan beranggapan bahwa mimpi kita akan terwujud dengan berjalannya waktu, dan mengharapkan durian runtuh dari langit (benjol berdarah2 dong hahahah).

So….. hiduplah hari ini, sekarang!! jangan hidup untuk masa lalu dan jangan pula hidup di masa depan. Hari ini kita menuai dari masa lalu, dan hari ini pula kita menabur untuk masa depan.

(1kor9:24-27)

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

APAKAH YANG MENGGERAKKAN KEHIDUPAN ANDA?

Posted by yohaneswibowo on June 12, 2009

machine

Manusia tanpa suatu tujuan adalah ibarat sebuah kapal tanpa kemudi – anak terlantar, hal sia-sia, bukan siapa-siapa. Thomas Crlyle.

Kehidupan setiap kita selalu digerakkan oleh sesuatu. Berikut ini ada lima penggerak yang paling umum dalam kehidupan kita :

Banyak orang digerakkan oleh rasa bersalah.
Orang yang seperti ini menghabiskan seluruh hidupnya untuk berlari dan bersembunyi dari rasa malu dan penyesalan mereka, dan seluruh kehidupan dikendalikan olehnya. Kita adalah produk dari masala lalu kita, tetapi kita tidak perlu menjadi tawanan masa lalu. Tujuan Allah tidak dibatasi oleh masa lalu kita, Dia mengubahkan Musa dari seorang pembunuh menjadi seorang pemimpin, demikian Gideon dari seorang pengecut menjadi pahlawan yang gagah berani.
Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan.
Kebencian selalu melukai kita lebih dari orang yang kita benci. Sementara orang yang menyakiti kita telah melupakan perbuatan mereka & terus melanjutkan hidup, kita terus dipenuhi oleh penderitaan. Lepaskan pengampunan, maka anda akan sembuh. Sebab ada tertulis Hanyalah orang yang bodoh saja yang mati sebab sakit hatinya. Ayb5:2 (IBIS)
Banyak orang digerakkan oleh rasa takut.
Ketakutan mungkin adalah akibat dari adanya pengalaman traumatis, harapan-harapan yang tidak masuk akal, bertumbuh dalam keluarga dengan pengawasan keras, atau bahkan kecenderungan genetik. Ketakutan adalah penjara yang dibangun oleh diri sendiri yang akan menghalangi anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan. Dan sering kali ketakutan yang membuat kita tetap berada di zona nyaman dan tidak mau mengambil resiko dalam kehidupan kita. Lawanlah dengan iman kita.
Banyak orang yang digerakkan oleh materialisme
Seringkali orang terjebak dalam kesalahpahaman bahwa memiliki lebih banyak akan membuat kita merasa lebih bahagia dan lebih penting. Barang atau uang memang penting, tetapi mencintainya adalah sebuah dosa, kendalikan barang atau uang dan jangan kita mau dikendalikan olehnya.
Banyak orang dikendalikan oleh kebutuhan akan pengakuan.
Seringkali kita selalu khawatir apa kata orang terhadap diri kita atau terhadap apa yang kita lakukan, tapi itu semua akan berujung kepada keputusasaan.

Saya tidak mengetahui semua kunci menuju keberhasilan, tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang.

Tanpa satu tujuan kehidupan tidak memiliki arti.
Kenali tujuan kita, karena tujuan hidup :

  • Memberi makna bagi kehidupan kita
  • Memudahkan kehidupan kita
  • Membuat kehidupan kita memiliki fokus
  • Memotivasi kehidupan kita
  • Mempersiapkan kita untuk menghadapi kekekala


SUDAHKAH KAMU MENGETAHUI TUJUAN ALLAH DALAM HIDUPMU SECARA SPESIFIK ?
Jika belum, mulailah berdoa hari ini dan tanyalah kepadaNya sampai engkau mendapatkannya.

Disadur dari “Purpose Driven Life”

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

SEBUAH LANGKAH KECIL

Posted by yohaneswibowo on June 10, 2009

First Step on the moonPosisi kita di masa depan ditentukan dari langkah kecil yang kita mulai hari ini

Seringkali pikiran kitalah yang menghalangi kita untuk mulai melangkah, berbagai macam ketakutan akan hari esok atau trauma atas masa lalu membuat kita terlalu lama untuk berpikir dalam mengambil keputusan untuk mulai melangkah. Dahaga tidak akan pernah terpuaskan hanya dengan memandang dan mengamati segelas air, rasa lapar tidak akan mengeyangkan jika kita hanya membayangkan rasanya.
“Life is a never ending study”… yah benar kehidupan ada sebuah proses pembelajaran yang terus menerus, hanya orang mati yang berhenti belajar. Ketika kita merasa sudah cukup pintar dan pandai dan mulai enggan untuk belajar sesungguhnya kita sama saja dengan orang yang mendekati ajalnya. Kerendah-hatian kita untuk membuka hati, mata, telinga, dan pikiran memberikan kedalaman kepada kita dalam mempelajari banyak hal. Dan semakin banyak kita mau belajar semakin besar pula kekuatan kita untuk mulai melangkah.
Tidak ada langkah kesepuluh jika tidak dimulai dengan langkah pertama, seberapa cepat kita melangkah maka semakin cepat kita berada di garis akhir tujuan. Dalam hidup ini tidak ada kesempatan kedua, yang ada hanyalah kesempatan lain yang berbeda dari kesempatan sebelumnya. Jika kesempatan yang ada menghampiri kita dan kita enggan meresponinya, maka ia akan beralih kepada mereka yang dengan segera memberikan respon yang terbaik.
Hidup ini penuh dengan pilihan, bahkan saat kita membuka mata dari tidur kita langsung dihadapkan pada pilihan. Dan setiap pilihan selelu memiliki resiko, bahkan tidak mengambil pilihan adalah sebuah pilihan juga tetapi dengan resiko yang paling buruk.
Life is a never ending study…. jangan pernah takut untuk mulai melangkah.

Mulailah berdoa sebelum melangkah dan melangkahlah bersama Tuhan, sebab mereka yang bergaul akrab dengan Tuhan tidak akan pernah kehilangan arah.

“Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu, maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.”

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

Push Up and Donut

Posted by yohaneswibowo on June 1, 2009

Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang
mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat.
Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap
siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr .
Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia
menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai
suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin,
kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.

Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang
bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke
seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia
disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan
ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.

Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah
kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. “Berapa push up yang bisa kamu
lakukan?” Steve menjawab, “Saya melakukan sekitar 200 setiap malam.”
“200? Lumayan itu, Steve,” Dr. Christianson melanjutkan. “Apakah kamu dapat
melakukan 300?” Steve menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tidak pernah
melakukan 300 sekaligus.” “Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? “
tanya Dr.Christianson. “Ok, saya bisa coba,” jawab Steve.

“Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk
melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300.
Dapatkah kamu melakukannya? ” tanya sang profesor. Steve menjawab, “Baiklah,
saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. ” Dr Christianson berkata,
“Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini.” Dr
Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas
mereka pada Jumat itu.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas.
Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donut. Bukan
donut yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah.
Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir
pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di
kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, “Cynthia, apakah kamu
mau salah satu dari donut ini?” Cynthia menjawab, “Ya”. Dr. Christianson
lalu berpaling kepada Steve, “Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up
agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?” “Tentu saja!” Steve lalu melompat
ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke
tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donut di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi ke siswa selanjutnya, dan bertanya, “Joe, apakah
kamu mau suatu donut?” Joe berkata, “Ya.” Dr. Christianson bertanya, “Steve,
maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donutnya?”

Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donutnya. Begitulah
selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap
orang sebelum mereka mendapatkan donut mereka. Di baris yang kedua, Dr.
Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan
fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak
teman wanita.

Saat profesor bertanya, “Scott apakah kamu mau donut?” Jawaban Scott adalah,
“Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?” Dr.
Christianson berkata, “Tidak, Steve harus melakukannya. ” Lalu Scott
berkata, “Kalau begitu, saya tidak mau donutnya.” Dr. Christianson
mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, “Steve, apakah
kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donut yang tidak
ia kehendaki?” Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push
up. Scott berteriak, “HEI! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya!
” Dr Christianson berkata, “Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini
donut saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya. ” Ia
lalu menempatkan satu donut di atas meja Scott.

Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia
hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat
duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga.
Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr Christianson bertanya kepada Jenny,
“Jenny, apakah kamu mengingikan donut ini?” Dengan tegas Jenny menjawab,
“Tidak.” Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, “Steve, maukah kamu melakukan
10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?”

Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donut. Ruang sudah
mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai
berkata,”Tidak! ” dan semua donut dibiarkan di atas meja tanpa ada yang
memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus
melakukan push up untuk setiap donut itu. Lantai tempat ia melakukan push up
sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.Dr
Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang
suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan
bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donut
karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa
dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di
tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di
kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr.
Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke
akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak
waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr.
Christianson, “Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push
up yang saya lakukan?” Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata,
“Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan
apa saja yang kamu mau.” Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang
selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai
mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak
serentak, “JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!”
Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat
kepalanya dan berkata, “Tidak, biarkan dia masuk.”

Professor Christianson berkata, “Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu
harus melakukan 10 push up untuk dia?”

Steve berkata, “Ya, biarkan dia masuk. Berikan donut kepadanya.”
Dr.Christianson berkata, “Ok Steve. Jason, kamu mau donut?” Jason yang baru
masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, “Ya, tentu saja, berikan
saya donut.”

Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason
yang kebingungan diberikan satu donut. Dr. Christianson sudah selesai dengan
baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di
tangga.

Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat
dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan
tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap
orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa
perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, “Linda, apakah kamu mau donut?” Linda
dengan sedih berkata, “Tidak, terima kasih”

Professor Christianson dengan perlahan bertanya, “Steve, maukah kamu
melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?”
Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk
Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir,Susan.
“Susan, kamu mau donut ini?” Susan dengan air mata yang berlinangan di
pipinya mulai menangis. “Dr Christianson, mengapa saya tidak boleh
membantunya? “

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, “Tidak, Steve harus
melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia
bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk
mendapat donut itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak.
Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang
telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan
saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan
football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya
memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke
pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian.
Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua.”

“Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donut?”
Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya.
Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total,
Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh
tersungkur ke lantai.. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata,
“Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia
telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan
seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang
membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita
jamah.”

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat
lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. “Engkau sudah berbuat dengan
baik, hambaku yang baik dan setia,” kata professor dan ia menambahkan,
“Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata.” Berpaling kepada kelas,
profesor berkata, “Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya
mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan
kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan
putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan dia untuk kita semua.
Apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas
dibayar.”

“Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan
meninggalkan hadiah itu di atas meja?”

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

Children or mature, are you ?

Posted by yohaneswibowo on May 26, 2009

Suatu saat seorang bapak berkata pada anaknya : “Nak nanti kalau kamu ulang tahun bapak belikan kamu sepeda yah.”, maka senyum sumringah keluar dari wajah sang anak. Dengan gembira dia menyimpan janji sang ayah di dalam hati, hari demi hari dia lalui dengan semangat dan penuh keceriaan. Sampai tibalah waktu mendekati ulang tahun yang dinanti, sang ayah menghadapi kasus dimana dia ditipu oleh orang dan uangnya di bawa lari. Bapak yang notabene hanyalah seorang pegawai negeri dengan gaji yang “cukup” untuk menghidupi keluarganya merasa cukup terpukul karena uang tabungan hasil keringatnya untuk memberikan kebahagiaan pada anaknya telah raib. Dengan susah payah mencari pinjaman ke kiri dan ke kanan akhirnya didapatlah uang yang hanya bisa dibelikan sepotong kue kecil dan sebuah lilin ulang tahun. Dengan gembira sang anak memandang bapaknya membawa sepotong kue kecil dengan lilin menyala di atasnya berharap sepeda yang telah dijanjikan akan keluar. Setelah lilin ditiup dan padam, sang ayah dengan sedih berkata “Nak… selamat ulang tahun yah, maafkan ayah yang tidak bisa memberi sepeda untukmu.” Sang anak mulai berkaca-kaca dan mulailah dia menangis dengan keras, “Papa bohong !! Papa bohong..!! Papa jahat !!”. Sang ayah hanya bisa diam sedih dan berusaha menenangkan sang anak di dalam pelukannya……

Seringkali kita berada pada posisi sang anak ini dengan melihat sebuah permasalahan dari sudut pandang diri kita sendiri, bahkan seringkali hanya ke”Aku”an kita yang menjadi dominan dalam diri kita (Self centre). Dan bahkan seringkali kita hanya ingin diperhatikan dan dikasihani tanpa mau memperhatikan dan mengasihani orang lain, selalu bertindak dan berkata tanpa mempedulikan apa yang akan orang lain rasakan atau alami, yang penting hati dan perasaan kita dipuaskan, bodoh amat dengan orang lain.

Seorang anak kecil bertindak dari apa yang dia lihat dan dari apa yang dia dengar tanpa pernah sadar ada apa dibalik sebuah permasalahan orang lain, ya benar, REAKTIF.
Tetapi orang dewasa mampu bertindak dengan pertimbangan dan tidak mudah untuk melakukan “judgement” (penghakiman) atas suatu hal yang terjadi, orang dewasa percaya hukum sebab akibat yang benar-benar terbukti bukan spekulasi, ya benar, PRO AKTIF !!

MENJADI TUA ADALAH PASTI, TAPI MENJADI DEWASA ADALAH SEBUAH KEPUTUSAN DAN PROSES KEHIDUPAN.

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

Knowing VS Experience

Posted by yohaneswibowo on May 22, 2009

cakeSaat kita hanya sekedar tahu dan percaya saja menambahkan sedikit dari apa yang kita percayai, saat kita sekedar tahu dan percaya kepada Tuhan akan menambahkan sedikit dari iman kita.

Seorang anak muda menawarkan sepotong kue kepada 2 orang sahabatnya dan dia berkata “Cobalah kue ini, aku telah mencobanya dan rasanya sangat manis dan cukup mengenyangkan”. Teman pertama mengamati bentuk kue dan baunya, kemudian dia mulai mencoba untuk menganalisis untuk memikirkan apakah benar yang dikatakan oleh sahabatnya tentang kue ini. Maka kemudian ia cukup tahu kira2 bagaimana rasanya dan bagaimana komposisi dari kue tersebut. Sahabat ke-2 tanpa banyak berpikir dia langsung mencoba, dan didalam mulutnya dia mengalami apa yang dikatakan oleh temannya, sensai manis lembut dan mengenyangkan yg dikatakan sahabatnya dia merasakannya. Lebih dari apa yang dia lihat dan dikatakan oleh sahabatnya. Rasa lapar dan rasa haus akan terpuaskan ketika memakan dan meminumnya, bukan cuman sekedar tahu dari perkataan orang lain atau dari hasil penelitian kita.

Saat kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan setiap hari secara pribadi, bukan hanya sekedar mendengar kesaksian dan khotbah2, maka kita akan mendapatkan pengertian yang sangat mendalam, kekuatan yang diperbaharui, dan semangat dalam menjalani kehidupan.

Jangan pernah kita hanya mau menjadi pendengar dan orang percaya saja, tetapi lebih dari sekedar itu, alamilah perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi setiap hari. Caranya gampang, mintalah, dan belajarlah untuk mulai melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari2 bukan hanya didalam pertemuan2 agamawi, tetapi di tempat kerja kita, di kampus, disekolah, dirumah, di kos, dimanapun kita berada.

Jangan pernah jadikan liturgi dan kegiatan rohani hanya sekedar menjadi rutinitas dan budaya, kalau mau lebih dari Tuhan lakukan yang lebih lagi !!

GBU

Posted in Self Improvement | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.