Apa itu suara Tuhan? Bagaimana cara mendengar suara Tuhan? Bagaimana membedakan hikmat manusia dan hikmat Tuhan? Bagaimana bila dua orang saling mengakui mereka mendapatkan suara Tuhan dan masing-masing dengan argumentasi alkitabnya? Bagaimana membedakan suara Tuhan dengan apa yang menjadi kehendak kita yang rohani?
Sering kali kita selalu mendapatkan jawaban yang general (umum) atas setiap pertanyaan ini, dan bahkan seringkali malah setiap hal yang kita rancangkan atau lakukan terintimidasi oleh pertanyaan ini dan membuat kita lambat dalam mengambil keputusan dan justru malah ternyata melewatkan Kairos yg Tuhan beri…….
Alkisah disuatu puncak bukit pegunungan tertinggi didunia….
Seorang pendeta sedang bersyafaat dengan segerombolan jemaatnya karena air bah melanda bumi dan membuat mereka terjebak di sebuah gereja yang merupakan harapan hidup terakhir mereka…..
“Tenang saudara-saudaraku sekalian, kita akan berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan, karena kita yakin Dia tidak pernah terlambat.Kita akan berdoa sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan, supaya Dia berbicara apa yang harus kita lakukan.”
Lalu berdoalah mereka bersungguh-sungguh dan menaikkan pujian kepada Tuhan dengan hati yang hancur…. tak lama kemudian air mulai menggenangi gereja setinggi mata kaki, beberapa diantara mereka mulai takut dan mulai berteriak “Tuhan, selamatkan kami! Tolonglah kami!”
Sementara pendeta itu terus berdoa dan sampai detik itu seolah-olah Tuhan tidak berbicara apapun juga kepadanya “Tuhan kenapa engkau berdiam diri dan tak berbicara apa yang harus aku lakukan?”
Tiba2 sayup2 terdengar suara “Hei… kalian yang didalam ayo cepat naik ke perahu kami..!!” Beberapa orang jemaat mulai bersorak kegirangan dan mereka mulai menaiki perahu, tetapi pendeta itu menahan beberapa jemaat dan berkata jangan naik, karena Tuhan belum berbicara apapun juga kepadanya dan dia yakin bahwa Tuhan akan datang membawa mujizat menyurutkan air bah itu. Maka tersisalah beberapa jemaat bersama pendeta sementara yang lain sudah naik ke dalam perahu dan meninggalkan mereka.
Tak lama kemudian terulang kembali hal yang sama, seorang berteriak2, tetapi sekali lagi pendeta tersebut tidak mendapatkan suara Tuhan apapun di dalam doanya. Jemaat yang tersisa mulai bingung apa yang hars mereka lakukan, tetapi akhirnya mereka naik semua ke atas perahu sementara air sudah setinggi dada orang dewasa. Dan tersisalah si pendeta tersebut di gereja.
Dengan meneteskan air mata kemudian dia berdoa lagi sampai akhirnya meninggalah dia karena tenggelam di dalam gereja. Kemudian saat rohnya terangkat ke tahta kerajaan surga pendeta ini bertanya kepada Tuhan yang ada ditahtanya, “Bapa bukankah aku berseru dan berdoa kepadaMu, tetapi kenapa engkau tidak datang dan bahkan tidak berkata apapun juga kepadaku?”. Sahut Bapa di surga “Anakku, aku mendengar seruan kesungguhan hati doamu dan mereka semua, bukankah aku telah mengirimkan kepadamu 2x orang yang membawa kapal supaya engkau selamat?”…..
Berapa banyak diantara kita yang selalu mengidentikkan pekerjaan Tuhan yang dahsyat dengan hal-hal supranatural dan spektakuler? Yah Tuhan kita memang dahsyat dan spektakuler, Dia banyak melakukan hal2 supranatural atas hidup kita karena Tuhan kita memang dahsyat dan ajaib. Tetapi kadang Tuhan melakukan hal-hal dahsyat dalam hidup kita melalui kejadian2 yang sederhana. Hanya saja kepala kita sudah terdoktrin bahwa Tuhan hanya melakukan hal-hal dahsyat menurut ukuran kita, seperti kita menonton pertunjukkan-pertunjukkan spektakuler para pesulap.
Sadarkah kita bahwa kita sering membatasi suara Tuhan dan pekerjaanNya dengan kotak yang besarnya hanya sebesar pikiran kita? Bahwa Tuhan hanya berbicara audible (meski juga Tuhan sering berbicara secara audible melalui hati saya, dan saya tau yah itu Tuhan), atau saat kita butuh pendapat Tuhan berbicara layaknya kita membuang undi (meskipun juga Dia sering memberikan tanda-tanda yang ajaib dan tak terpikirkan oleh pemikiran kita).
Ingatlah bahwa Tuhan bekerja dan berbicara dengan cara yang tidak dapat kita batasi dengan pengetahuan kita, dia berbicara melalui pemimpin kita, melalui orang-orang disekitar kita yang mungkin kita tidak sukai, atau bahkan secara langsung ketelinga dan hati kita, who know?
Terbesit sebuah impresi yang kuat dalam hatiku beberapa saat yang lalu, bahwa hubungan kita dan Tuhan dianalogikan dengan hubungan kita dan bapa kita di dunia. Saat kita kecil kita tidak tahu bahkan saat makan atau pakaian orang tua kita yang menentukan. Bahkan kita sering bertanya banyak hal untuk setiap hal apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Seiring dengan kedewasaan kita, saat hati kita melekat kepada hati bapa kita, kita mulai memahami sesuai dengan apa yg bapa pernah ajarkan kepada kita. Hal-hal yang pernah kita jalani, kita mulai mengerti mana yang menyenangkan atau mendukaan hati bapa kita. Semakin dewasa kita mulai bisa belajar untuk mengambil sebuah keputusan meski kadang2 kita belajar untuk taat atas setiap intervensi atas beberapa keputusan yang kita ambil dari bapa kita. Dan melalui setiap hal itu seumur hidup kita terus belajar hal-hal yang baru, dan ga akan pernah berhenti untuk belajar.
so… be wise… ayo belajar untuk tidak membatasi bagaimana cara Tuhan berbicara atas kita, mari kita belajar bahwa Tuhan berbicara dan bertindak dengan cara yang Dia mau. Meskipun kita bisa meminta tanda kepadaNya, tetapi janganlah kita kecewa dan kadang terlalu memaksakan diri apabila Dia memberikan tanda tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Tapi bila Dia memberikan tanda yang kita minta maka belajarlah untuk mentaatinya dengan sepenuh hati. Jangan takut dan jangan menutup diri atas hal-hal yang baru yang Tuhan beri. BERDOA DAN BERTANYA KEPADA TUHAN ADALAH MUTLAK DAN WAJIB SEBELUM KITA MELANGKAH. God speed!
Tuhan akan bergerak bila kita mau bergerak juga, dan DIa akan bergerak melalui orang lain apabila kita berhenti bergerak.
NB:
Guys ini sebuah catatan dengan impresi yang kuat mendadak muncul dihatiku, ayo diuji ramai-ramai dan beri masukan untuk hal yang satu ini supaya kita bisa saling belajar siapa tahu kalian mendapat hikmat yang jauh lebih spesifik dari hal ini
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! (Rm11:33)